Fitnes Mental Rahasia Kembangkan Kekuatan Batin

Fitnes Mental Rahasia Aman Mengembangkan Kekuatan Batin
Melatih Kekuatan dan kemampuan Otot Mental itu sama dengan melatih Otot Fisik, haruslah bertahap. dimulai dari yang paling ringan dulu, baru secara bertahap ditingkatkan, sesuai dengan kadar kemampuan. dan ditingkatkan secara terus menerus.

Jika hal itu dipraktekkan secara berketerusan, maka kekuatan dan kemampuan otot mental serta otot batin kita akan meningkat dengan sangat pesat dan signifikan.

Beberapa pembelajar yang belum terbiasa mendayagunakan kekuatan pikiran bawah sadar, Tenaga Dalam, dan kekuatan batinnya. Biasanya suka tergesa-gesa ketika praktek. Baru saja belajar tapi sudah mentargetkan Goal yang sangat tinggi, jadi Menteri atau Presiden misalnya.

Apa akibatnya..?
Ya seperti judi, bisa berhasil dan bisa tidak.

Kalau berhasil juga bingung untuk dapat mengulanginya kembali, dan jika gagal, maka akan membuat hilang rasa percaya dirinya, dan bahkan membuatnya stress, frustrasi, dan hilang semua hasil latihan yang sudah diraih selama ini. Alias Gatot, Gagal Total..

Menetapkan Target setinggi itu tidaklah salah, tetapi lihat dulu saat ini Maqom (Pencapaian) anda sudah sampai di tingkat mana. Jika saat ini, untuk meraih jabatan sekelas RT saja belum mampu, maka jangan dulu nembak sekelas Presiden. Karena proses pelayakan itu membutuhkan waktu, tenaga, dan juga banyak faktor. Yang mana bisa jadi anda dinaikkan Maqom anda secara mendadak, dan itu membuat hidup anda malah semakin hancur..

Untuk memudahkan anda memahaminya, saya berikan contoh lainnya lagi..

Misalnya, saat ini penghasilan anda baru sampai setingkat UMR saja. Yaitu Rp. 3 juta perbulan. Namun karena saking semangatnya setelah belajar kekuatan pikiran bawah sadar, langsung saja anda menetapkan Target penghasilan 5 Milyar per bulan.

Apakah ini salah..?
Tentu saja tidak, tetapi ini namanya ngawur, tidak tahu diri, dan bisa jadi akan mempersulit diri sendiri..

Penjelasannya begini..

dari 3 juta perbulan ke 5 Milyar per bulan, ini tentu saja peningkatan yang sangat jauh, dan untuk membuat anda sampai di kondisi yang diharapkan, maka setidaknya akan terjadi 4 skenario kejadian.

Pertama, anda Sukses & Berhasil,
secara mendadak entah kenapa tanpa alasan yang jelas, anda mendapat Uang Hadiah senilai 5 Milyar. lalu apa yang terjadi..? dari orang yang tadinya hanya berpenghasilan 3 juta mendadak punya uang 5 Milyar…? yang terjadi adalah Shock Mental, dan juga kehilangan arah hidup. Tidak menunggu lama, uang tersebut akan anda habiskan untuk berfoya-foya, dan akhirnya anda kembali lagi ke kondisi semula, namun lebih parah. easy Come, Easy Go…

Skenario Kedua, Anda juga sukses dan berhasil..
Namun, untuk naik ke Maqom itu, anda akan memperoleh proses pelayakan yang sangat keras. Misalnya, Tiba-tiba anda dipecat dari pekerjaan, mendadak anda diusir dari keluarga dan lingkungan anda, dan dengan terpaksa harus pindah ke tempat baru, dengan suasana yang juga baru.. Di sini anda harus berjuang sekuat tenaga untuk survive, sungguh ini perjuangan yang betul-betul menguras tenaga, air mata, dan juga darah. walau akhirnya anda berhasil dan sukses.

Skenario Ketiga, Anda sukses dan berhasil,
Tetapi bukan anda yang menikmatinya. Hasil doa dan perjuangan anda tidak sempat anda nikmati di kehidupan ini, karena anda sudah kehabisan waktu hidup, dan mau tidak mau harus meninggalkan semuanya untuk anak cucu anda. Ya, yang menikmatinya bukan anda, tetapi anak cucu anda.

Skenario ke – 4 : Anda Gagal Total, Putus asa, dan menyerah. Bahkan Mungkin jadi Stress, Frustrasi, dan bahkan gila..

Itulah 4 skenario kejadian yang mungkin terjadi, jika anda menggunakan kekuatan batin untuk menembak target yang diluar kemampuan anda saat ini.

Cara yang terbaik adalah berkembang secara alamiah. Step by step, seperti yang saya tuliskan di paragraf awal. Seperti latihan beban untuk otot fisik. Anda mulai mengangkat barbel yang ringan dulu, katakanlah yang beratnya 200 gram, lalu secara bertahap anda naikkan bebannya, menjadi 500 gram, 700 gram, 1 Kg, dst.

Anda berkembang secara nyaman dan juga menyenangkan.

Serta Tidak terjadi sesuatu yang berbahaya, tidak sampai terjadi trauma otot / kecelakaan yang menimpa otot fisik anda, yang bisa jadi membuat otot anda lumpuh selama-lamanya..

Itu sebabnya sering saya membuat perumpamaan bahwa pendaya gunaan kemampuan diri itu seperti kita mengendarai Mobil / Motor. Jika kondisi mesin motor dan kondisi jalan memungkinkan, maka kita dapat memacu laju motor kita setinggi-tingginya, tetapi jika mesin motor masih belum maksimal kinerjanya, dan jalanan sedang ramai, maka tentu laju kendaraan kita sesuaikan dengan keadaan, demi keselamatan dan kenyamanan kita berkendara bukan..?

Apakah Dengan mengikuti Prinsip ini, kita tidak boleh menetapkan target yang lebih tinggi..?

Tentu saja tidak.

Prinsip utama dalam menentukan beban latihan adalah begini. Tidak terlampaui tinggi sehingga membuat kita merasa tidak mampu yang akhirnya malah membuat kita tidak kemana-mana, dan juga tidak terlalu rendah yang membuat kita jadi meremehkannya dan malas untuk mencapainya.

Fitnes Mental Rahasia Kembangkan Kekuatan Batin

Ada tulisan bagus dari Mas Hendra Makgawinata di Kompasiana dot com. Tiga Pelajaran Hidup dari Olahraga Angkat Beban

Tubuh manusia adalah miniatur alam semesta. Respon tubuh terhadap “stressor” memendam pelajaran hidup bagi mereka yang bersedia merefleksi.

Mesin Rusak, Manusia Adaptasi
Taruh beban di atas meja dan tambah terus beratnya, maka lambat laut meja akan ambruk. Sama halnya dengan mesin. Bajaj tidak akan bisa berlari 150 Km/jam biarpun “dilatih” secara bertahap. Katakanlah minggu pertama 50 Km/jam, minggu kedua 60Km/jam dan seterusnya.

Sedangkan otot manusia akan terus beradaptasi mengantisipasi beban berikutnya. Pertama kali mengangkat beban di atas kemampuan, otot terasa pegal, serabut halus otot robek (micro-tears) dan dari sana tumbuh serabut otot baru yang lebih kuat setelah masa pemulihan. Begitu seterusnya dari yang awalnya berat menjadi biasa berkat adaptasi hingga kita mengalami “Fitness Plateau” di mana tubuh sudah berdaptasi penuh dengan berat beban.

Sama halnya dengan hidup, kita merasa bosan ketika tidak mendapat stimulus yang membangun. Celakanya kita salah mengartikan kebosanan sebagai kurang hiburan. Akhirnya kita mencari hiburan semu dari shopping, main game, nonton TV, hingga yang merusak: gonta ganti pasangan, cari istri muda dan narkoba. Seandainya kita bisa memanfaatkan kebosanan dalam hidup sebagai kurangnya kemajuan dan tantangan, kita akan lebih termotivasi menguasai materi baru, mencoba metode baru, meminta tanggung jawab lebih yang memungkinkan kita terus belajar seumur hidup dan tumbuh.

No Fail No Gain

I don’t count my sit-ups. I only start counting when it starts hurting. That is when I start counting, because then it really counts. That’s what makes you a champion,” jawab petinju legendaris Muhammad Ali ketika ditanya berapa banyak sit-ups yang dia lakukan.

Dalam angkat besi kita mengenal istilah Momentary Muscular Failure (MMF), titik maksimum di mana otot sudah tidak mampu lagi mengangkat beban karena kelelahan dari repetisi tinggi atau beban yang diangkat melampaui kekuatan otot. Tujuan berlatih hingga titik MMF adalah memaksa otot keluar dari zona kenyamanan batas kemampuan dan segera beradaptasi yang pada akhirnya memperbesar otot.

Ada dua pilihan ketika seseorang mencapai failure point:

  1. Segera berhenti dan mengganti beban yang lebih ringan,
  2. Meminta bantuan partner latihan atau spotter dan menghabiskan sisa set.

Titik training failure setiap orang tentu berbeda, risiko cedera dan overtraining juga harus diperhatikan. Meningkatkan kekuatan otot sama beratnya dengan meningkatkan taraf hidup. Kadang kita hanya memberi 90% dari kapasitas maksimum karena takut gagal, capek, stres dan susah. Padahal orang berhasil berkat kerja keras memberi 110% dari usaha mereka, gagal, bangkit lagi, mengorbankan waktu bersenang-senang dan kurang tidur.

Hikmah dari tulisan Mas Hendra Makgawinata di atas adalah, selain kita Rajin Praktek dan Latihan, Maka secara bertahap kita harus memberikan Ujian dan tantangan pada diri sendiri dengan menetapkan Target sedikit lebih tinggi dari yang biasanya mampu kita capai, sehingga dengan demikian kita akan terbebas dari zona nyaman dan senantiasa memperoleh stimulus Mental untuk selalu berkembang lebih baik dan lebih maju.

JAM TERBANG & PENGALAMAN JUGA SANGAT MENENTUKAN KEBERHASILAN.

Semakin banyak anda berlatih, semakin sering anda praktek, maka semakin anda memahami cara kerja ilmu Sabda Sakti, dan semakin mahir pula anda mempraktekkannya.

Contoh nyata adalah perkembangan kemampuan yang dialami oleh siswa GENDON berikut ini :

No. ID : 527
Nama : Yopi
Kota : Cianjur
Kelas : Advanced Gendon.

LAPORAN LATIHAN SABDA GENDAM JAGAD
Hari & Tanggal : Minggu, 12 Maret 2017

Kisah :

Pertama saya mencoba gendam anak2 saya yang lagi bermain di ruang tengah, sementara saya di ruang depan, dengan dengan sabda diam, tidak ada respon sama sekali, saya tunggu 1/2 jam, still no respon. Saya coba ke istri saya yang lagi nonton TV di kamar, saya gendam dengan sabda datang, sambil nunggu respon saya baca laptop, sekitar 22 menit datang nyamperin dan duduk di sebelah saya. Saya baca lagi modulnya, oh mungkin energinya harus disalurkan melalui tiupan, tatapan mata atau sentuhan. saya praktekkan lagi ke kucing yang lagi berjemur dengan sabda datang, cuma beberapa detik langsung datang. Kebetulan anak saya lagi nangis, saya sabdakan ‘berhenti’, terus saya usap kepalanya, sekitar 5 detik berhenti menangis. pertanyaan saya master, yang pertama saya sabdakan ke anak2 saya nggak ada respon, mungkinkah energinya harus disalurkan melalui tiupan, tatapan mata atau sentuhan? terima kasih.

¤¤

Jawab : Power Sabda dapat disalurkan secara langsung jarak dekat, baik lewat sentuhan, tiupan, atau tatapan mata. Bahkan lewat makanan ataupun minuman. Dan juga bisa dilakukan jarak jauh, lintas benua. Hanya dengan kekuatan pikiran. Jadi, apa yang kamu alami itu karena kurang pengalaman saja.

¤¤

Laporan praktek Sabda Gendam
Selasa, 14 Maret 2017

Kisah :

Ketika saya dan keluarga mau pulang dari rumah adik ipar, keponakan (umurnya 2 tahunan) lagi asyik nonton film frozen pake smartphone istri saya, kalo saya ambil begitu saja, tentu nangis, kasihan. Mula mula saya sabdakan ngantuk, sekitar 20 detik, udah kelihatan nguap nguap, terus saya lanjut dengan ‘tidur’, lima menit kemudian ia pun tidur dengan tangan masih memegang smartphone, istri saya pun langsung ambil dan kami pun pamitan, Alhamdulillaah. Terima kasih, terima kasih, terima kasih..

¤¤¤

LAPORAN LESSON 4 : SABDA GENDAM
Jumat, 17 Maret 2017

Target : Anak – anak
Kalimat Sabda : Diam

Kisah :

Waktu khutbah Jum’at tadi siang, anak-anak di halaman mesjid selalu membuat kegaduhan, ada yang ngobrol, bahkan ada yang lari2. Enggak ada satu orang pun orang dewasa yang mengawasi atau pun memberitahu mereka, mungkin karena suatu hal.

What a perfect time to practice again at same time, same case and same pattern… kasusnya mirip dengan praktek minggu kemarin, targetnya anak-anak, dan dari jarak jauh.. dan minggu kemarin kurang berhasil ( last week was fail, no responded at all ).

Saya khususkan ke anak2 sabda dengan kata ‘diam’, sejenak kemudian.. mulai berkurang berisiknya, kedengeran masih ada yang ngobrol saya sabdakan lagi ‘diam’ .. Alhamdulillah, mulai hening meskipun masih ada yang ngobrol tapi pada berbisik halus, tidak mengganggu saya pikir, daripada waktu sebelumnnya, saya biarin, karena harus dengerin imam khutbah. Sekian..Terima kasih, terima kasih, terima kasih

¤¤¤

Dan betul seperti jawaban saya. Dalam praktek kedua dan ketiga, hasil praktek mas Yopi ternyata lebih memuaskan bukan.?

Sahabat….
Sabda Shakti itu ilmu yang nyata, dan betul-betul dapat dibuktikan dalam kenyataan hidup anda. Jika anda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari hidup anda, dan mau menggunakannya dalam keseharian hidup anda.

Pesan saya cuma satu, Hormati ilmu dan Gunakan ilmu ini hanya untuk kebaikan, Insya Allah ilmu ini akan membaikkan dan memulyakan hidup anda. Kalian semua sudah dewasa, tak perlu aku memberi banyak pantang larang. Karena aku yakin, kalian sangat memahami hukum alam ini, Siapa yang menabur kebaikan, dia akan menuai kebaikan. Dan sebaliknya, siapa yang menabur keburukan, akan menuai nasib buruk pula.

Sahabat,
Jika Beban Hidup Anda Terasa Berat, mungkin itu terjadi karena anda terbiasa lari dari kenyataan dan suka menghindari masalah.

Setiap masalah yang hadir dalam kehidupan ini, hakikatnya adalah sebuah Pelajaran Hidup dari Allah swt, yang jika kita sudah terlatih dan terbiasa menghadapinya, Maka kemampuan kita dalam memecahkan masalah serta menemukan solusi jitu akan semakin meningkat. Sehingga, pada akhirnya. Kita akan mampu menghadapi apapun beban kehidupan serta persoalan yang hadir dalam kehidupan kita.

Ada Hikmah dibalik masalah, HADAPILAH,
Maka semuanya nanti akan terasa lebih mudah.

Sukses hakikatnya terjadi seiring sejalan dengan kemampuan kita dalam mengatasi masalah, semakin banyak masalah yang mampu kita selesaikan, semakin kompleks dan rumit masalah yang dapat kita atasi, maka semakin tinggi pula Pencapaian sukses kita.

Nah, sudahkah anda rajin berlatih dan melatih diri mengatasi Beban Kehidupan ini..?

Sekian, semoga bermanfaat.

Salam Shakti.

Edi Sugianto
Founder NAQS DNA ~ SabdaSakti.com


Info Pelatihan Jarak Jauh, klik GENDON
Info Workshop, Klik TRANCE IMMERSION

Click To Chat : WhatsApp , Telegram, Facebook Messenger.

Click To Join : WhatsApp Group, Telegram Group, Facebook Group.

 


Ps.
Artikel ini Boleh di SHARE.

Leave a Reply